Senin, 29 April 2013

Makalah Sistem Operasi

1.3.            Struktur Direktori
Direktori atau folder merupakan suatu entitas dalam sebuah sistem file yang mengandung file atau direktori lain. Pada hakikatnya, file atau direktori lain tersebut terdapat di dalam disk, sedangkan direktori hanya menyediakan link atau mengarahkan pada file yang ada. Direktori digunakan sebagai sarana untuk pengorganisasian file pada suatu sistem komputer. Dengan adanya direktori, setiap file dapat dikelompokkan. Sebuah direktori dapat berisi file maupun direktori lain, sehingga direktori dapat juga disebut sebagai file istimewa. Dalam pengorganisasian sebuah file, sistem operasi dapat memartisi disk menjadi beberapa direktori atau menjadikan dua disk menjadi sebuah direktori.
Atribut atau informasi dalam suatu direktori dapat berbeda-beda tergantung pada sistem operasi yang digunakan. Sebagai sebuah file, direktori bisa memiliki beberapa atribut, antara lain:
  1. Nama. Merupakan nama dari direktori itu sendiri.
  2. Alamat. Merupakan alamat dari direktori tersebut.
  3. Tanggal. Berisi keterangan mengenai tanggal pembuatan direktori tersebut.
  4. Ukuran. Merupakan besarnya ukuran suatu direktori, biasanya dalam satuan byte, kilobyte, megabyte, gigabyte. Batas maksimum dari suatu direktori bergantung pada sistem file yang digunakan.
  5. Proteksi. Berguna untuk perlindungan. Hal ini mencakup siapa saja yang berhak mengakses, penyembunyian file, read-only, dan lain-lain. Dalam Unix, proteksi berguna untuk mengubah atribut file dengan menggunakan perintah "chmod".
            Atribut-atribut pada direktori dirancang sewaktu pembuatan sistem operasi, sehingga atribut yang ada tergantung pada pembuat sistem operasi tersebut. Atribut-atribut di atas merupakan atribut yang umum dan sering digunakan.
      Mempelajari struktur direktori, memberikan kita pemahaman bagaimana menyusun sebuah direktori dalam suatu sistem file. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam menyusun sebuah direktori dalam suatu sistem. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti, penamaan file, pengelompokan file dan berbagi file (file sharing). Ada tiga struktur direktori yang dikenal, antara lain:
  • Struktur Direktori Bertingkat, dimana direktori ini dibagi menjadi direktori satu tingkat (Single Level Directory) dan direktori dua tingkat (Two Level Directory).
  • Direktori berstruktur pohon (Tree-Structured Directory).
  • Direktori berstruktur graf, dimana direktori ini dibagi menjadi struktur graf asiklik (Acyclic-structured Directory) dan struktur graf sederhana (General-graph Directory).
            Bentuk-bentuk direktori tersebut mempunyai nilai historis tersendiri. Misalnya direktori bertingkat satu, di masa-masa awal perkembangan komputer terdahulu, kapasitas dari secondary storage masih terbatas. Besarnya hanya berkisar beberapa megabyte saja. Oleh karena itu, struktur direktori bertingkat satu sudah mencukupi untuk kebutuhan penggunaan komputer sehari-hari. Namun, seiring berkembangnya zaman direktori satu tingkat tersebut dirasakan kurang mencukupi dikarenakan berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Setelah itu, muncul direktori dua tingkat dan seterusnya. Hal-hal itulah yang akan kita lihat dalam beberapa pembahasan selanjutnya mengenai struktur direktori.
            Dalam mengkategorikan operasi operasi direktori, terdapat tujuh operasi yang biasa digunakan oleh sistem operasi dalam melakukan pengoperasian pada sebuah direktori ,tujuh operasi dasar yang berkaitan dengan operasi direktori, anatara lain adalah :
  1. Mencari file. Bila pengguna atau sebuah aplikasi ingin melakukan suatu operasi terhadap suatu file, tentu file tersebut harus dibuka terlebih dahulu. Untuk itu, sebuah direktori harus mencari entri yang bersesuaian dengan file tersebut dengan menelusuri struktur dari direktori yang bersangkutan.
  2. Membuat file. Saat sebuah file baru dibuat, maka sebuah entri akan ditambahkan ke direktori.
  3. Menghapus file. Ketika suatu file tidak dibutuhkan lagi, maka file tersebut bisa dihapus dari direktori.
  4. Menampilkan isi direktori. Menampilkan seluruh atau sebagian daftar file - file yang ada di direktori dan atribut dari file - file dalam direktori tersebut (misalnya, information access controltype danusage information).
  5. Mengubah nama file. Nama suatu file merepresentasikan isi file terhadap pengguna. Oleh karena itu, nama file harus bisa diubah ketika isi dan kegunaannya sudah tidak sesuai lagi. Mengubah nama suatu file memungkinkan berpindahnya posisi file di dalam struktur direktori.
  6. Akses sistem file. Pengguna bisa mengakses setiap direktori dan setiap file yang berada dalam struktur direktori.
  7. Update direktori. Karena sebagian atribut dari file disimpan dalam direktori, maka perubahan yang terjadi terhadap suatu file akan berpengaruh terhadap atribut dari file yang bersangkutan di direktori tersebut.
1.4.            Proteksi
            Saat sebuah informasi disimpan di komputer, kita menginginkan agar informasi tersebut aman dari kerusakan fisik (ketahanan) dan akses yang tidak semestinya (proteksi).
            Ketahanan biasanya disediakan dengan duplikasi dari file. Banyak komputer yang mempunyai program sistem yang secara otomatis menyalin file dari disk ke tape dalam interval tertentu (misalnya sekali dalam sehari, atau seminggu, atau sebulan) untuk menjaga copy -an file agar tidak rusak secara tidak disengaja. Sistem file dapat rusak karena masalah hardware (seperti error dalam membaca atau menulis), mati listrik, debu, suhu yang ekstrim, atau perusakan dengan sengaja. Bug dalam software sistem file juga dapat mengakibatkan isi dari dokumen hilang.
1.      Tipe-tipe akses. 
            Kebutuhan untuk mengamankan file berhubungan langsung dengan kemampuan untuk mengakses file. Kita bisa menyediakan proteksi secara menyeluruh dengan pelarangan akses. Kita juga dapat menyediakan akses bebas tanpa proteksi. Kedua pendekatan tersebut terlalu ekstrem untuk penggunaan umum, sehingga yang kita butuhkan adalah akses yang terkontrol.
            Mekanisme proteksi menyediakan akses yang terkontrol dengan membatasi tipe dari akses terhadap file yang dapat dibuat. Akses diizinkan atau tidak tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah tipe dari akses yang diminta. Beberapa tipe operasi yang bisa dikontrol:

·         Read. membaca dari file.
·         Write. menulis atau menulis ulang file.
·         Execute. me-load file ke memori dan mengeksekusinya..
·         Append. menulis informasi baru di akhir file.
·     Delete. menghapus file dan mengosongkan spacenya untuk kemungkinan digunakan kembali.
·         List. mendaftar nama dan atribut file.
2.      Kontrol akses.  
            Pendekatan paling umum dalam masalah proteksi adalah untuk membuat akses tergantung pada identitas pengguna. Pengguna yang bervariasi mungkin membutuhkan tipe akses yang berbeda atas suatu file atau direktori. Skema yang paling umum untuk mengimplementasikannya adalah dengan mengasosiasikan setiap file dan direktori pada sebuah list kontrol akses, yang menspesifikasikan user name dan tipe akses yang diperbolehkan untuk setiap user. Saat seorang pengguna meminta untuk mengakses suatu file, sistem operasi akan mengecek daftar akses yang berhubungan dengan file tersebut. Apabila pengguna tersebut ada di dalam daftar, maka akses tersebut diizinkan. Jika tidak, terjadi pelanggaran proteksi, dan pengguna tidak akan diizinkan untuk mengakses file tersebut.
            Masalah utama dengan pendekatan ini adalah panjang dari daftar yang harus dibuat. Tapi dapat dipecahkan dengan cara menggunakan daftar dalam versi yang di- condense. Untuk itu, pengguna dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelas:
·         Owner. pengguna yang membuat file tersebut.
·         Group. sekelompok pengguna yang berbagi file dan memiliki akses yang sama.
·         Universe. semua pengguna yang lain.


3.      Pendekatan lain.  Pendekatan lain dalam masalah proteksi adalah dengan memberikan kata kunci untuk setiap file.

1 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus

Ada kesalahan di dalam gadget ini